Kamis, 29 Januari 2009

KEUTAMAAN RAMADHAN


Dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin, Abu Laits Assamarqandi menjelaskan, "Dari Ibnu Abbas ra. katanya: "Rasulullah SAW bersabda: "Bahwasanya sorga dibubuhi dan diperhias setiap tahun, yaitu setiap masuknya bulan Ramadhan. Ketika datang malam pertama datang pula angin yang disebut Mutsirah. Ia menggoyangkan daun-daun sorga dan menggerakkan daun pintunya sehingga terdengarlah suara para bidadari di sorga berseru: "Siapakah kira-kira yang meminang kepada Allah untuk mengawini setengah kami, dan mereka bertanya : "Hai Ridwan, malam apa ini ? Jawabnya: "Hai para bidadari jelita, inilah malam pertama bulan Ramadhan. Lalu Allah berfirman: "Hai Ridwan, bukakanlah pintu-pintu sorga bagi umat Muhammad". Dan hai Malik Tutuplah pintu-pintu neraka dari orang-orang berpuasa (umat Muhammad). Dan FirmanNya pula: "Hai Jibril, turunlah ke bumi, belenggu mereka dan lemparkan ke lautan agar tidak mengganggu umat Muhammad berpuasa. Lagi setiap malam Ramadhan Allah berseru tiga kali: "Orang yang berdoa, pasti dikabulkan, dan bertaubat pasti diterima, yang mohon ampun pasti diampuni dosanya. Lalu diserukan pula: "Siapakah yang akan menabung pada Dzat Yang Maha Kaya tidak pernah miskin, Yang selalu menepati tiada dzalim". Dan setiap Ramadhan allah membebaskan sejuta penghuni neraka, bahkan pada hari.malam Jumatnya dibebaskan lagi penghuni neraka sejumlah orang yang dibebaskan sejak awal Ramadhan, hingga akhirnya. Di malam Lailatul Qadar malaikat Jibril beserta para malaikat banyak turun berduyun-duyun ke bumi dengan panji hijau yang diletakkan di atas Ka'bah, setiapnya membeberkan sayapnya 600 sayap, di antaranya dua sayap tidak pernah dihamparkan, kecuali di malam itu. Mereka memberi salam kepada umat Muhammad yang tengah melakukan shalat, dzikir (baik berdiri maupun duduk) dan menjabat tangannya, mendukung doa (mengamini) mereka hingga terbit fajar". Dan sesudah fajar mereka diseru kembali oleh Jibril, tetapi mereka bertanya, bagaimana dengan hajat para umat Muhammad ? Jawab Jibril : Allah memberi rahmat kepada mereka dan memaafkan kesalahannnya, kecuali 4 orang, yaitu :
1. Pecandu arak (pemabuk)
2. Pemberani kepada kedua orang tuanya (durhaka kepada mereka berdua)
3. Pemutus silaturrahmi
4. Pemboikot kawan / saudaranya (tidak menyapa) lebih dari 3 hari.
Lalu di malam Idul Fitri para malaikat berdiri di perempatan jalan dan berseru: "Hai umat Muhammad, keluarlah (menyembah dan memohon) kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, pemberi yang besar, dan mengampunkan dosa-dosa yang besar, sesudah mereka keluar ke tempat shalat Id, lalu Allah berfirman: " Hai para malaikat apa balasan mereka ? Jawabnya: "Ya Tuhan, lunasilah bayaran (pahala) mereaka. dan FirmanNya : "Kuperlihatkan kepadamu hai malaikat, tentang pahala puasa dan bangun malam mereaka di bulan Ramadhan adalah keridhaanKu dan ampunanKu kepada mereka. FirmanNya pula: "Hai hambaKu mintalah, demi kemenangan dan keagunganKu segala permintaanmu baik urusan duniawi ataupun agama pasti dipenuhi (dikabulkan)".

(Dikutip dari Tanbihul Ghafilin oleh Abu Laits Samarqandi, alih bahasa Abu Imam Taqyuddin,BA, Mutiara Ilmu, Surabaya).